Kukar Jadi Pusat Pelatihan KDMP Kaltim, Bupati Dorong Penguatan SDM dan Tata Kelola Desa
Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat pengembangan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi. Komitmen tersebut ditunjukkan saat Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri menerima audiensi dan koordinasi dari Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia terkait pelaksanaan Pelatihan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), di Ruang Rapat Rumah Jabatan Bupati, Kamis (7/5/2026).
Audiensi tersebut membahas persiapan penyusunan kurikulum serta pelaksanaan pelatihan KDMP yang akan difokuskan pada penguatan tata kelola koperasi desa, pemahaman regulasi, hingga pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Kepala Balai Pemerintahan Desa Yogyakarta Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri RI, Irsan menjelaskan, Kalimantan Timur dipilih sebagai salah satu lokasi strategis pelaksanaan pelatihan karena dinilai memiliki perkembangan koperasi desa yang cukup progresif.
“Lokasi pelatihan dipusatkan di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak. Kegiatan akan berlangsung pada 3 hingga 5 Juni 2026 dan diikuti peserta dari Kabupaten Penajam Paser Utara, Kutai Timur, dan Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dipilihnya Desa Tanah Datar bukan tanpa alasan. Desa tersebut menjadi desa pertama di Kalimantan Timur yang berhasil memperoleh legalitas badan hukum koperasi dan telah menjalankan aktivitas koperasi secara aktif.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi contoh nyata dalam pengembangan koperasi desa berbasis pemberdayaan masyarakat dan kemandirian ekonomi desa.
“Kami berharap dukungan penuh dari Pemkab Kukar agar pelaksanaan kegiatan berjalan maksimal. Dari Kukar sendiri akan diikuti 33 peserta yang berasal dari 11 desa,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aulia Rahman Basri menyambut positif penunjukan Kukar sebagai pusat pelaksanaan pelatihan KDMP tingkat Kalimantan Timur. Ia menilai peningkatan kualitas SDM menjadi faktor utama dalam keberhasilan pengelolaan koperasi desa.
“Penguatan SDM sangat penting dalam pengelolaan KDMP. Kami juga ingin melibatkan OPD terkait agar pemahaman materi yang diberikan selaras dan tidak terjadi miskomunikasi di lapangan,” katanya.

Aulia juga mendorong agar organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu mampu menjadi penggerak dan mentor bagi koperasi desa lain yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan.
“OPD terkait nantinya bisa menjadi champion dalam mendampingi dan melatih KDMP lainnya. Harapannya seluruh desa memiliki pemahaman yang sama terkait tata kelola koperasi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pemkab Kukar berharap keberadaan KDMP mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa yang saling mendukung dengan usaha masyarakat setempat. Kehadiran koperasi desa diharapkan tidak mematikan usaha kecil yang sudah berjalan, melainkan menjadi mitra penguatan ekonomi kerakyatan.

Program KDMP sendiri menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi desa melalui sistem koperasi modern, transparan, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Selain meningkatkan kapasitas aparatur desa, pelatihan ini juga diharapkan mampu menciptakan tata kelola koperasi yang profesional, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.(Prokom06).




