Safari Subuh Pemkab Kukar, Bupati Serahkan Bantuan dan Minta Warga Sebaiknya Memakai Masker
Tenggarong – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri beserta Forkopimda, Dewan Masjid Indonesia (DMI), tim Safari Subuh, dan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar. Bertempat di Masjid Al-Mujahidin Kelurahan Loa Ipuh Darat Kecamatan Tenggarong, Minggu (6/9/2026).
Safari subuh pemkab Kukar yang ke 327 itu, turut hadir Ketua DMI Kukar Edi Damansyah, dan Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Sunggono.
Dalam kesempatan itu, Bupati Kukar bersama BAZNAS Kabupaten Kukar, menyerahkan bantuan sarana prasarana ibadah kepada pengurus masjid, paket sembako, dan beras kepada warga prasejahtera dilingkup Loa Ipuh Darat.

Aulia Rahman, pemkab Kukar juga sama seperti kabupaten/kota dan provinsi provinsi yang lain di Indonesia. Sama sama menghadapi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Sekarang, tegasnya secara titik di Kukar terlihat dari satelit 146 titik terkadi kebakaran, dan ini panas sekali di Kukar.
Kemudian, setelah melakukan pengecekan di lapangan masih ada sekitar 15 titik kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Kukar. Meskipun penanganan sudah dilakukan dengan baik oleh Tim Terpadu yang di bentuk oleh Pemkab Kukar. Terdiri dari BPBD, soDamkar, dan para relawan relawan dari kecamatan setempat serta dibantu pihak Kejaksaan, Kepolisian, dan TNI.
“Akan tetapi kiriman asap dari tempat tempat lain tidak terkecuali juga terkena dampaknya ditempat kita. Apabila di ukur hari ini Indeks polusi udara di Kukar sudah mencapai angka 150, dimana angka normal indeks polusi udaranya hanya di angka 50,” jelasnya.
Selanjutnya, Bupati juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Kukar untuk menyuarakan ke sanak saudara. Karena kondisi alam sekarang yang tidak baik baik saja, janganlah membakar walaupun itu hanya membakar sampah, apalagi sampai membuka lahan dengan cara membakar, dan apapun itu bentuknya.
“Sekali lagi saya minta jangan melakukan bakar membakar dulu karena konsekuensinya sangatlah besar sekali, dan utamanya terhadap polusi udara. Melihat kondisi polusi udara di Kukar pemkab Kukar mengambil kebijakan, untuk pembelajaran jarak jauh bagi anak anak kita yang sedang bersekolah,” pintanya.

Selain itu, kami juga mengimbau kepada masyarakat Kukar sekiranya saat beraktivitas diluar rumah, sebaiknya menggunakan pelindung diri berupa masker. (prokom05)




